Jakarta : Fitri Carlina membawa pulang oleh-oleh berharga sepulang dari
Thailand. Tiga hari berada di negeri Gajah Putih itu, Fitri menyempatkan
diri curhat dengan para Tenaga Kerja Indonesia.
Dari obrolan itu, Fitri bersyukur diberi hidup yang lebih layak. "Aku
lebih banyak ngobrol sama TKI di sana. Aku semakin menghargai hidup ini
setelah mendengar cerita dari mereka," tutur Fitri di Kawasan Tendean,
Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2013).
Keberadaan Fitri di Thailand
dalam rangka meluncurkan album barunya yang berjudul Anti Galau. Album
itu didedikasikan bagi para buruh migran. Fitri mengamati pola kerja
para TKI.
"Di sini mereka cari uang. Nanti kalau pulang, mereka
buka yayasan atau ada juga yang bikin panti asuhan. Malah ada lho yang
jadi calon legislatif," kata Fitri. (Fei)Liputan6
RIYADH, (PRLM)- Pemerintah Arab Saudi memberi
batas proses pemutihan para pekerja gelap itu selama tiga bulan,
terhitung sejak awal April 2013 lalu sampai 3 Juli 2013. Para pekerja
asing yang tidak melakukan pemutihan sebelum batas waktu 3 Juli terancam
dideportasi atau didenda.
Kebijakan yang mengharuskan para pekerja asing mendaftar ulang itu
diambil untuk menangani meningkatnya pengangguran di negara itu,
khususnya anak-anak muda. Berdasarkan data, tingkat pengangguran di
negara kaya minyak itu mencapai 12 persen.
Menjelang tenggat waktu 3 Juli 2013, baru 1,5 juta pekerja migran
gelap di Arab Saudi yang telah mendaftarkan diri untuk melegalkan
status mereka di negara kerajaan itu.
Hal itu diungkapkan otoritas Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi
seperti dilaporkan Reuters, Minggu (23/6/13). Termasuk dari 1,5 juta
tenaga kerja illegal itu adalah para TKI, pekerja Filipina, Bangladesh,
Sri Lanka, Yaman, India dan Pakistan.
Jumlah pekerja yang melakukan pemutihan itu masih sedikit
dibandingkan jumlah total pekerja illegal di Arab Saudi yang mencapai
sembilan juta orang itu. (A-133/A-108)*** by: pikiran-rakyat.com
